Penyelesaian Bandara Morowali Sudah Mendesak

0
33

PALU, beritapalu.NET | Anggota Komisi V Bidang Infastruktur dan Perhubungan DPR – RI, Ahmad H. Ali, menyatakan bahwa pemerintah pusat harus segera menyelesaikan pembangunan bandar udara di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Aktivitas kendaraan roda empat melakukan penimbunan pada proyek pembangunan Bandara Morowali. (Foto : Metrosulawesi/Murad Mangge)
Aktivitas kendaraan roda empat melakukan penimbunan pada proyek pembangunan Bandara Morowali. (Foto : Metrosulawesi/Murad Mangge)

“Kami memandang bahwa perlu ada infastruktur penunjang percepatan ekonomi dengan membangun bandar udara sebagai akses perhubungan udara, penunjang ekonomi,” ungkap Ahmad H. Ali, di Palu, Minggu.

Politisi Partai Nasdem dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu menyebut Kabupaten Morowali sangat membutuhkan ketersediaan akses perhubungan berupa bandar udara untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi didaerah tersebut.

Karena, kata dia, Kabupaten Morowali merupakan salah satu daerah kawasan potensial sumber daya alam berupa pertambangan nikel, emas, serta potensi perkebunan berupa kelapa sawit yang syarat dengan investasi.

Olehnya daerah tersebut masuk sebagai salah satu kawasan industri pertambangan yang saat ini pabrik – pabrik pengolahan sumber daya alam seperti smelter  yang dimiliki oleh PT. Bintang Delapan Mineral.

“Kabupaten Morowali merupakan salah satu kabupten potensial yang banyak dimintai oleh investor dibidang pertambangan dan perkebunan, olehnya butuh ketersediaan bandar udara untuk menunjang hal itu,” sebutnya.

Dirinya mengutarakan saat ini pemerintah Kabupaten Morowali telah menyiapkan hal seluas 1.600 meter untuk pembangunan landasan pacu pesawat di bandara tersebut.

Namun dari luasan lahan yang disediakan pemerintah kabupaten, pemerintah pusat lewat Kementerian Perhubungan  baru dapat menyelesaikan pembangunan sekitar 1.050 meter runway untuk bandara tersebut.

“Lahan yang sudah pasti yaitu 1.600 meter, nah hal ini butuh perhatian pemerintah untuk menurunkan anggaran agar bandara tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini,” ujarnya.

Ia menguraikan untuk menyelesaikan pembangunan landasan paju bandara tersebut dengan panjang 1.600 meter, dibutuhkan anggaran sekitar Rp. 100 Miliar yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat.

Kebutuhan anggaran tersebut atas pembangunan landasan pacu bandara morowali, akan dibahas lebih lanjut pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN-P) 2016.

“Pemerintah bersama DPR dalam hal ini komisi V bidang infastruktur dan perhubungan akan berupaya agar bandara tersebut dapat beroperasi pada tahun 2017,” urainya. (mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here