Tetu, Kue Paling Diburu Untuk Berbuka Puasa

0
65

PALU, beritapalu.NET | Tidak ada survei formal untuk sampai pada kesimpulan bahwa kue yang paling diburu warga Palu saat akan berbuka puasa adalah kue bernama “Tetu”. Namun dari survei kecil-kecilan yang dilakukan beritapalu.NET, 80 persen mengarahkan pada hipotesa itu.

Tetu, kue khas untuk penganan berbuka puasa.
Tetu, kue khas untuk penganan berbuka puasa.

Apa pasal? Tetu tidak hanya merambah lapisan tertentu dari warga Palu. Mulai dari warga biasa hingga pejabat penting daerah, merasa tak lengkap jika buka puasanya tidak terhidang kue Tetu ini.

Di beberapa titik penjualan penganan buka puasa di Palu, kue ini bahkan sangat laris. Kue ini dibungkus dengan daun pandan seukuran setengah bungkus rokok Gudang Garam Surya itu dijual Rp5.000 untuk tiga potong.

Maryam (45 tahun), penjual dadakan khusus penganan berbuka puas di Palu Barat menuturkan, dari semua penganan yang ia jual, selalu Tetu yang lebih dulu habis. “Ini sudah rutin, setiap ramadhan pasti kue ini yang dicari-cari,” akunya kepada beritapalu.NET, Selasa (14/6/2016).

Bukan hanya Maryam yang mengaku seperti itu. Linda (25 tahun) yang membuka usaha penganan buka puasa di Palu Timur mengungkapkan hal yang sama. “Kalau lambat sudah tida dapat. Soalnya ini yang paling laku,” sebutnya.

Masnawati yang berjualan di Palu Selatan bahkan mengaku menghabiskan 3 sampai 5 kilogram tepung setiap harinya selama ramadhan ini untuk membuat kue Tetu. ”Selalu habis. Tetu ini jadi idola bagi pembeli,” akunya.

Bahkan setiap harinya sejak pagi, Masnawati nyaris tidak bisa bergerak kemana-mana karena harus mempersiapkan kue Tetu untuk dijual sore harinya.

Kue Tetu memang khas buat warga Palu. Rasanya yang gurih dan manis perpaduan tepung terigu yang dicampur dengan santan dan gula, lalu dikukus dalam cetakan daun pandan selama 20-30 menit, memnghasilkan cita rasa yang khas.

“Ada yang pakai gula pasir, ada juga dengan gula merah. Kdang-kadang ada juga variasnya seperti dicampur nangka atau durian,” jelas Maryam.

Tak pelak lagi, kekhasan yang dimiliki kue Tetu yang mirip perahu itu membuat sejumlah acara berbuka puasa bersama oleh baik perorangan maupun lembaga selalu dihidangkan.

“Tahun lalu kami dapat order untuk membuat kue Tetu untuk buka puasa pejabat di Pemkot Palu,” aku Maryam lagi. Ak tanggung-tanggung katanya, untuk memenuhi order itu, ia terpaksa tutup jualan di pinggir jalan untuk memenuhi order yang lumayan banyak itu.

Dari 10 konsumen yang berbelanja penganan puasa yang ditemui, 8 orang di antaranya mengaku mencari Tetu. “Kue ini manis, cocok untuk kerongkongan saat berbuka puasa,” ujar Salahuddin, salah seorang warga Palu Barat yang ditemui di Jalan Imam Bonjol Palu.

“Nabi kan menganjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis-manis. Nah ini Tetu manis, lagian rasanya enak,” aku Abdullah yang juga warga Palu barat.

Harga yang cukup terjangkau membuat kue ini semakin diidolakan. “Rata-rata saya beli dua sampai tiga bungkus,” aku Risman di salah satu tempat penjualan penganan buka puasa di Jalan I Gusti Ngurah Rai Palu sambil menenteng kue Tetu dalam tas kresek. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.