Jelang May Day, AJI Palu Gelar Diskusi Soal Buruh

0
62

PALU – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu tidak melewatkan peringatan Hari Buruh Internasional atau sering disebut May Day pada 1 Mei mendatang. Rangkaian menyambut hari tersebut akan digelar diskusi  dengan focus utama tentang buruh.

Ketua AJI Palu Mohammad Iqbal mengatakan, diskusi itu sengaja digelar karena anggota AJI adalah juga bagian dari buruh, yakni buruh dari perusahaan media. “Ini makin relevan karena industri media terus mengalami lojakan secara signifikan. Tapi di sisi lain tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan jurnalis,” kata Iqbal.

Bahkan katanya, berbagai kasus ketenagakerjaan di 2015 sampai 2016 cederung mengalami peningkatan, terutama PHK sepihak.

“Banyak contoh kasus perselisihan ketenagakerjaan jurnalis, mulai dari gaji di bawah UMK, uang pesangon, perlindungan, hingga jaminan sosial, termasuk perlindungan terhadap pekerja perempuan,” beber pria yang baru saja melepas masa lajangnya ini.

Ia menyebutkan, ada syarat minimal yang harus diberikan pengusaha pada pekerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, UU Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Fakntanya, masih banyak yang belum dipenuhi oleh perusahaan media, terutama untuk pada jurnalis kontrak (kontributor, koresponden, stringer, atau istilah lainnya seperti kemitraan), masih menjadi perhatian dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ia mengajak seluruh anggota AJI untuk merayakan dan menggelar May Day, sebagai salah satu langkah agar perusahaan media, menjadikan kesejahteraan jurnalis dan pekerja media, menjadi prioritas dan menghentikan segala pelanggaran ketenagakerjaan dengan dalih apapun.

Sementara itu, Sekretaris AJI Palu Yardin Hasan menambahkan, selain  sebagai cara agar publik juga semakin mengkritisi media, diskusi yang dijadwalkan pada Kamis (30/4/2016) pukul 09.00 Wita di Warkop Aweng Jalan Komodo Talise Palu itu, juga diharapkan menjadi perhatian pemerintah. Agar pemerintah, terutama Kementerian Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja mau secara aktif mengawasi perusahaan media bahkan melakukan audit terhadap kondisi ketenaga kerjaan di sektor media.

“Kita mendorong untuk berkolaborasi dengan serikat pekerja sektor lain dalam perayaan atau aksi May Day, 1 Mei 2016, sebagai salah satu jalan menguatkan isu serta agar ada dorongan publik yang lebih luas agar perusahaan media tidak semena-mena pada jurnalis atau pekerja media,” tegas pria yang selalu menebar senyum ini. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.