FNPBI Minta Aparat Menindak PT. Utama Beton

0
199

PALU – Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Palu meminta agar aparat menindak tegas PT. Utama Beton karena dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Permintaan itu disampaikan ketuanya, Abd. Wahyudin seperti rilis yang disampaikan ke redaksi beritapalu.com, Kamis (28/4/2016).

Dalam rilisnya, permintaan penindakan tegas itu didasari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan yang berkantor di Mamboro, Palu Utara itu terhadap 18 orang pengurus serikat buruh.

“PT. Utama Beton melakukan perbuatan melanggar hukum dimana bersikap anti serikat buruh dengan cara melakukan PHK terhadap 18 orang anggota serikat buruh. Sangat tidak masuk akal melakukan PHK karena efisiensi padahal PT. Utama Beton adalah perusahaan yang paling banyak memiliki konsumen,” tulisnya dalam rilis tersebut.

Ia membadingkan, perusahaan yang baru saja seperti Beton Jaya yang baru berdiri 2 bulan mampu membayar hak buruh mulai dari UMK, Retasi, dan Uang Lembur. Sedangkan PT. Utama Beton membayar upah dibawah UMK dan tidak membayar hak lembur buruh.

Ia menilai, alasan efisiensi oleh perusahaan tersebut juga tidak realistis karena ketika buruh meminta hak pesangon berdasarkan pasal efisiensi perusahaan, justru katanya menolak untuk membayarkannya.

Karena itu, ia meminta agar baik Walikota, DPRD Palu, dan Polres Palu menindak perusahaan tersebut yang dinilainya melakukan perbuatan melawan hukum.

Sementara itu sebelumnya, wakil PT. Utama Beton ketika menemui pengunjuk rasa di depan perusahaannya menyebutkan, perusahan melakukan PHK terhadap karyawan dikarenakan produksi perusahaan sudah berkurang sehingga dilakukan pengurangan karyawan dengan cara PHK, bukan karena anti terhadap serikat buruh. (afd/*)

baca juga : PHK Karyawan, PT. Utama Beton Didemo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.