PHK Karyawan, PT. Utama Beton Didemo

0
17

PALU – PT. Utama Beton yang terletak di Tondo Palu didemo sejumlah karyawannya ditandai dengan aksi pemogokan, Kamis (14/4/2016). Aksi itu praktis saja membuat proses pekerjaan terhenti.

Dalam aksi yang diikuti puluhan orang itu, massa membawa spanduk yg bertuliskan “Hentikan larangan Berserikat di PT. Utama Beton. Terapkan Undang-Undang Serikat Buruh dan Undang-Undang ketenagakerjaan”

Tak hanya spanduk, sejumlah pamflet juga dibawa, di antaranya bertuliskan “PT Utama Beton Anti Terhadap Serikat Buruh”, “Cabut Keputusan PHK Sepihak Dari PT. Utama Beton”, dan “Terapkan Utama Buruh yang Berserikat.”

Koordinator lapangan Ilham Wahyudin dalam orasinya menyebutkan, PT. Utama Beton selama ini membayar upah di bawah upah minimum kota (UMK) Palu yaitu hanya berkisar Rp1 sampai Rp1,2 juta, padahal aat ini UMK sebesar Rp1,9 juta.

Perusahaan beton itu juga dinilai anti terhadap pembentukan serikat buruh. Itu katanya dibuktikan dengan keputusan PHK Sepihak terhadap 3 orang pengurus serikat yakni ketua dan bendahara SBTK FNPBI PT Utama Beton.

Menurutnya, tindakan PHK sepihak ini di latar belakangi atas upaya buruh membangun serikat buruh di perusahaan tersebut. “Tindakan ini sangat mencederai proses demokrasi dan membuktikan bahwa PT. Utama Beton melakukan pelanggaran serikat buruh dan bertentangan dengan UU No 21 tentang serikat buruh yg mengaturbahwa pengusaha tidak bisa melakukan PHK Karena buruh membangun serikat Buruh,” sebutnya.

Sementara itu, orator lainnya meminta  agar mempekerjakan kembali Buruh yang di PHK tersebut. Ia juga menegaskan agar perusahaan menerapkan upah buruh sesuai UMK Palu dan mendesak Walikota Palu dan DPRD segera menindak tegas pelanggaran Di PT. Utama Beton.

Sementara itu, pihak PT. Utama Beton menyebutkan bahwa perusahan melakukan PHK terhadap karyawan dikarenakan produksi perusahaan sudah berkurang sehingga dilakukan pengurangan karyawan dengan cara PHK, bukan karena anti terhadap serikat uruh. (wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here