Ada Apa Menteri Desa Geram pada Garuda…?

0
61
(foto: aviatren.com)
(foto: aviatren.com)

YOGYAKARTA – Menteri Desa PDTT Marwan Jafar begitu geram dengan Maskapai Garuda Indonesia Airlines. Ada Apa? Dalam kungjungannya ke Yogyakarta, Rabu (24/2/2016), maskapai yang menurutnya sangat diprotek oleh negara itu mengalami delay hamper dua jam. Akibatnya, banyak agenda blusukan ditunda dan bahkan dibatalkan.

Di tengah kerja cepat membangun desa dan sistem transportasi nasional, ternyata kinerja maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih bobrok dan jauh dari memuaskan. Maskapai yang selama ini dianakemaskan oleh negara justru sering mengalami delay namun tak pernah ada sanksi apa-apa dan ini sering dialami bukan hanya oleh Menteri Desa PDTT Marwan Jafar tetapi juga yang lainnya, tulinsnya dalam rilis.

“Evaluasi Garuda. Proteksi negara terhadap Garuda ini sudah luar biasa besar, namun kok kinerjanya minta ampun jelek,” ujar Menteri Marwan, di depan para akademisi, pejabat daerah, dan pejabat kementerian/lembaga lain dalam Seminar Peta Desa di Universitas Gadjahmada Yogyakarta, Rabu (24/2).

Menteri Marwan menambahkan, proteksi terhadap Garuda yang sangat besar bahkan telah memgakibatkan banyak program unggul lainnya terabaikan. Ia menyontohkan ketika sebuah maskapai penerbangan swasta hendak menanamkan investasi hingga Rp5 triliun di Lebak, Banten untuk membangun bandara. Proyek ini akhirnya digagalkan gara-gara untuk memproteksi Garuda.

“Lebak itu masuk daerah tertinggal binaan kami. Tapi gara-gara untuk proteksi Garuda, akhirnya program bandara di Lebak yang bertaraf Internasional ini diabaikan. Maskapai lain sampai dianak tirikan gara-gara proteksi Garuda. Tapi sayangnya, kinerja Garuda jelek seperti ini. Harus dievaluasi direksi Garuda ini,” tegasnya.

“Garuda evaluasi karena bisa menghambat kerja cepat membangu desa. Peta desanya ada di Lebak kalau dibuat badara modern maka pertumbuhan ekonominya akan pesat.

Ini dianak tirikan, gara gara mempertahankan garuda. Tapi garudanya bobrok,” tegasnya.

“Manajemen dan SDM di Garuda kurang baik. Sementara di satu sisi garuda diproteksi habis oleh negara. Tapi maskapai lain tidak, bahkan dianak tirikan,” terangnya. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.