Merayakan Hari “Tanpa Celana di Kereta Bawah Tanah”

0
211

This slideshow requires JavaScript.

BERAWAL di New York pada tahun 2002, ‘No Pants Subway Ride’ atau hari ‘Tanpa Celana di Kereta Bawah Tanah’ kini menjadi semacam budaya yang tiap tahun dirayakan oleh sekelompok orang penyuka kebebasan bergaya. Kini budaya pop itu mewabah. Gerakan sehari tanpa celana itu melanda ke sejumlah kota besar dunia.

Dimulai pada 2002, kereta bawah tanah menjadi ruang bagi masyarakat urban di New York mengekspresikan gaya berbusana mereka. Minggu (10/1/2015), “No Pants Subway Ride” atau hari Tanpa Celanan di Kereta bawah Tanah dirayakan.

Ingin terbebas dari kebiasaan berbusana sehari-hari kala bepergian merupakan pesan yang terselip dari “Tanpa Celana di Kereta Bawah tanah”. Acara ini menarik perhatian publik. Di London, stasiun kereta bawah tanah juga gerbong-gerbong kereta berubah menjadi panggung kaum urban menunjukkan aksi gila untuk tampil beda.

Tradisi ini awalnya menimbulkan pro kontra karena dinilai menabrak asas kesopanan. Bahkan banyak yang mengatakan ini tabu. Tak heran bila gerakan yang pertama kali dilakukan oleh 7 orang warga New York pada 14 tahun lalu diwarnai oleh aksi penangkapan polisi.

Di London, tradisi tanpa celana di kereta bawah tanah ini dinamai “No Trousers On The Tube Day”.

Udara dingin yang menyelimuti New York, London dan kota-kota lainnya di Eropa tidak memengaruhi hari kebebasan itu. Tradisi tahunan tanpa celana selalu disambut penuh semangat oleh apra pecinta kebebasan dan penggila gaya berbusana nyentrik.

Kini tradisi itu telah menyebar ke 25 negara. Tak peduli tua atau muda, pria atau wanita, ketiak mereka bertemu di gerbong kereta, pujian dan senyuman menjadi modal terbangunnya sebuah komunitas dadakan. Dari pertemuan itu kemudian tradisi ini menyebar.

Kerap kali gerbong kereta menjadi penuh warna ketika hari tanpa celana di bawah tanah itu berlangsung. Tanpa canggung para peserta duduk bersama penumpang lainnya yang berbusana normal.

Di Wina, Austria, tradisi itu tak aneh lagi. Banyak warganya kini bahkan membangun sebuah komunitas baru guna menye,arakkan acara tahunan ini.

Demi meramaikan acara hari tanpa celan itu, sejumlah orang rela menunjukkan aksi unik, seperti di Praha, Republik Ceko. Dua orang pria melakukan aksi saling menindih tapi saling menopang satu sama lain ketika menanti datangnya kereta. (beritagar.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here