Menantang Maut di Tanah Berdebu

0
139

This slideshow requires JavaScript.

RIBUAN pasang mata tertuju ke sirkuit motocross yang berdebu itu. Namun debu tebal yang beterbangan tak cukup mampu mengusir warga dari tontonan yang selalu memicu adrenalin itu. Sesekali tepuk tangan membahana, tapi tak jarang pula terdengar pekik histeria tatkala sang crosser saling bertabrakan atau terjungkal di antara gundukan tanah kering yang sengaja dibuat untuk itu.

Pemandu pertandingan tak henti-hentinya memperdengarkan peringatan kepada penonton yang terus merangsek masuk dalam arena lomba. Tak hanya itu, aparat harus kerja ekstra untuk mencegah segelintir penikmat lomba yang nekat melintas di arena saat crosser memacu kencang motornya.

“Kuda biasa saja bisa membunuh jika menabrak apalagi ini kuda besi,” celoteh seorang penonton melihat tingkah seorang bocah belasan tahun yang tiba-tiba memotong arena untuk mendapatkan tempat menonton terbaik.

Itulah antara lain suasana yang terekam pada kejuaraan motocross dan grastrack yang digelar oleh salah satu club motor di sirkuit Pasar Baru, Mpanau Ngataku, Biromaru. Lomba itu seolah menyempurnakan kegembiraan warga Sigi yang baru saja disetujui pembentukan kabupatennya lepas dari Donggala.

Ribuan warga datang berduyun-duyun, tak terkecuali anak-anak, orang tua, laki-laki dan perempuan. Semuanya dengan penuh harap akan menyaksikan event mendebarkan. Dan benar saja, kejadian yang memompa jantung itu sungguh terjadi. Puluhan crosser dari sejumlah daerah memperlihatkan kemampuannya memacu motor di area beraspal tanah. Tak ketinggalan pula sejumlah crosser cilik ikut meramaikannya.

Peter Tanudjaya, Pedro dan sederet lagi crosser nasional adalah yang paling dielukan. Betapa tidak, mereka menjadi ikon keberanian bagi para penunggang motocross. Mereka tetap eksis dan terus menyemangati olahraga yang bertaruh dengan maut ini. ***

Naskah dan foto: Basri Marzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.