AJI Kota Gorontalo Kutuk Pengrusakan Kantor Gorontalo Post

0
73

GORONTALO РUntuk kesekian kalinya, teror terhadap media di Gorontalo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh sekelompok pendemo yang justru mengaku peduli terhadap demokrasi. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin, 13 Mei 2014, sekitar pukul 12.30 siang. Kantor Gorontalo Post yang beralamat di Jalan Jhon Aryo Katili, nomor 144, didatangi oleh massa pendemo yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD).

Massa berjumlah sekira 300 orang ini menduduki kantor Gorontalo Post. Massa menuntut kepada Gorontalo Post agar memberitakan demo yang mereka lakukan dan meminta untuk dimuat pada halaman pertama koran tersebut. Sebelumnya, dalam demo itu, massa juga mempertanyakan demo yang mereka lakukan terkait dengan keterlibatan salah seorang caleg perempuan terpilih dari Kota Gorontalo. Massa menuding Gorontalo Post tidak memuat berita tersebut.

Dalam rilis yang dikeluarkan AJI Gorontalo disebutkan, massa langsung melakukan pengrusakan kantor Gorontalo Post. Kursi yang berada di ruang lobi dibanting dan pot bunga dihancurkan. Tak hanya itu, massa juga menarik-narik baju sekretaris redaksi Gorontalo Post, Sisilia. Bahkan kamera fotografer Gorontalo Post, Jalal Khan, sempat dirampas oleh pendemo. Massa yang dipimpin oleh Pungky Yusuf itu kemudian meminta bertemu dengan Pimpinan Redaksi (Pimred), Femmy Udoki. Namun karena pimred Gorontalo Post sedang kedukaan, sehingga datang terlambat.

Dan ketika Pimred sudah berada di kantor Gorontalo Post, massa melanjutkan aksinya ke kantor Kejaksaan Tinggi, dan kantor itu pun sudah dalam keadaan hancur. Sementara dalam aksi itu, menurut saksi mata tak ada satu pun polisi yang melakukan pengawalan terhadap massa pendemo.

Syamsul Huda M. Suhari, Ketua AJI Gorontalo mengutuk tindakan pengrusakan kantor Gorontalo Post yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi. Karena telah melanggar Undang-undang pers nomor 40 tahun 1999, pasal 18 ayat 1, segala tindakan kekerasan terhadap pers akan mendapatkan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Selain itu kami mendesak kepada Kepolisian Polres Gorontalo Kota untuk segera mengusut tuntas pengrusakan di kantor Gorontalo Post dan menghukum pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

” AJI Gorontalo juga menyerukan kepada seluruh jurnalis di Gorontalo untuk bersatu dalam melawan premanisme dan tindak kriminalisasi terhadap pers. Sebab hal itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi yang sedang berkembang di Kota Gorontalo.” tegas Syamsul Huda yang juga Koresponden The Jakarta Post Grontalo ini.

Divisi Advokasi AJI Kota Gorontalo, Christopel Paino menambahkan Ketidaktuntasan penyelesaian masalah kekerasan terhadap media, menunjukkan ketidakseriusan penegak hukum dalam penegakkan kebenaran dan keadilan, dan khususnya dalam menegakkan prinsip-prinsip kemerdekaan pers.Kami juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat baik perorangan, organisasi massa, organisasi politik, maupun birokrat untuk menghentikan kekerasan terhadap jurnalis dan menggunakan UU Pers dalam menyelesaikan kasus-kasus yang terkait pemberitaan.

” Kami berharap Jurnalis untuk dalam menjalankan aktifitasnya agar bekerja profesional dan mematuhi kode etik serta UU Pers nomor 40 tahun 1999. ” kata Christopel. (*/wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.