Dianaktirikan, Bangkep tak punya dokter ahli

0
67

BANGKEP  – Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yang terletak diujung timur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga termasuk daerah teranyar dimekarkan, ternyata masih terkesan dianaktirikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi II DPRD Sulteng, Asgar Djuhaepa kepada beritapalu.com, Senin kemarin di ruang kerjanya seusai dirinya mengunjungi Kabupaten pecahan Banggai itu dalam rangka Kordinasi dan Komunikasi Antar Daerah pekan kemarin.

Kesan dianaktirikan ini muncul, kata Sekretaris DPW PPP Sulteng itu, karena selama kunjungannya kesana, dirinya hampir-hampir tidak mendapatkan program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemprov Sulteng.

“Hal lainnya, Ruas Jalan Provinsi banyak yang kondisinya rusak parah dan lahan perkebunan yang menjadi asset Dinas Perkebunan Sulteng juga terabaikan,” kata Legislator asal Kabupaten Donggala itu.

Untuk itu, kata Asgar, untuk masa mendatang, Pemprov Sulteng diharapkan untuk meluncurkan program-program pembangunan untuk kabupaten yang dipimpin oleh Irianto Malinggong itu untuk membangun daerah ini.

Program seperti Gerakan Nasional Kakao, Pengembangan Jambu Mente, Sektor Perikanan, Peternakan, Reboisasi Hutan dan pembibitan Hutan.

“Hal yang cukup vital adalah persoalan listrik, pengadaan Air Bersih dan sarana Telekomunikasi agar daerah itu lebih terbuka,” ujar mantan Staf Khusus BJ Habibie ini.

Kesulitan lain yang juga ditemukan oleh dirinya bersama anggota DPRD Sulteng lainnya adalah Rumah Sakit Bangkep ternyata tidak miliki Dokter Ahli sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi sebuah Rumah Sakit, pasalnya jika ini tidak dipenuhi maka peringkatnya akan diturunkan menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Olehnya, Instansi yang berwenang yaitu Dinas kesehatan, seharusnya segera menemukan solusi dari persoalan ini demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat nantinya,” tekan Asgar.

Disamping itu, ternyata asset-aset milik Pemprov Sulteng yang berada di Bangkep, masih banyak yang terabaikan dan kondisi terbengkalai karena tidak diperhatikan. Olehnya, hal ini seharusnya segera menjadi perhatian Pemprov.

“Aset-aset ini harusnya segera dinventarisir sehingga pengelolaannya bisa saja dialihkan kepada Kabupaten yang bersangkutan agar juga bisa membantu Kabupaten yang bersangkutan,” tandas Asgar,(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.